Wednesday, 1 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Pelatihan Bahasa Jepang di Pekanbaru, UPT BP2MI Wilayah Riau Kolaborasi dengan BBPLK Medan

-

00.02 16 February 2022 4952

Pelatihan Bahasa Jepang di Pekanbaru, UPT BP2MI Wilayah Riau Kolaborasi dengan BBPLK Medan

Pekanbaru, BP2MI (16/2) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Riau menerima kunjungan dari Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan, Selasa (15/2/2022).

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana pelatihan Bahasa Jepang untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Pekanbaru, sebagai tindak lanjut surat dari UPT BP2MI Wilayah Riau kepada BBPLK Medan pada 4 Februari 2022, perihal permohonan pengadaan pelatihan Bahasa Jepang untuk calon PMI di kota Pekanbaru.

Sebelumnya pada tahun 2021 lalu, telah diselenggarakan pelatihan Bahasa Jepang untuk CPMI di Pekanbaru. Pelatihan tersebut adalah hasil kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Padang. 

Para stakeholder dalam koordinasinya, memantapkan persiapan masing-masing pihak, membahas hal-hal teknis pelatihan seperti, jumlah jam pelajaran, akomodasi, tempat pelatihan, pengajar Bahasa Jepang, rekruitmen serta seleksi peserta, bahan-bahan perlengkapan peserta, dan hak-hak peserta. 

Koordinator Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPLK Medan, Rahmat Parhimpunan Siregar, menyatakan bahwa, pihaknya menyambut baik dengan adanya rencana kerjasama pelatihan Bahasa Jepang di Pekanbaru. 

“Kami sangat bersyukur dapat hadir disini dan kami menindaklanjuti surat terkait dengan rencana pelatihan Bahasa Jepang yang akan diadakan di Pekanbaru,” ungkap Rahmat membuka diskusi teknis pelaksanaan pelatihan.

Analis Penyelenggaraan BBPLK Medan, Iqbal Ibrahim Nasution, menambahkan bahwa, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya rencana kerja sama pelatihan Bahasa Jepang untuk CPMI dengan UPT BP2MI Pekanbaru. 

“Pada prinsipnya kami membuka diri, kerja sama ini merupakan simbiosis mutualisme. Kami memiliki paket pelatihan, dan UPT BP2MI Wilayah Riau memfasilitasi penempatan. Adanya hasil atau outcome penempatan CPMI merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan kami juga,” ujar Iqbal.

Kepala UPT BP2MI Wilayah Riau, Titis Wulandari berharap, agar inisiasi kerja sama ini dapat berlangsung dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan oleh kedua belah pihak. 

“Program Government to Government (G to G) Jepang merupakan program yang banyak diminati selama ini. Kita berharap kerja sama ini dapat membantu para lulusan keperawatan Pekanbaru untuk mempersiapkan diri lebih awal, serta meningkatkan kompetensi mereka,” tutupnya. *(Humas UPT BP2MI Pekanbaru/Susi)