Wednesday, 13 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

Lepas Pekerja Migran Indonesia G to G Korea, Aktivis Budiman Sudjatmiko Turut Alirkan Semangat

-

00.08 1 August 2023 1180

Lepas Pekerja Migran Indonesia G to G Korea, Aktivis Budiman Sudjatmiko Turut Alirkan Semangat

Jakarta, BP2MI (1/8) -  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 150 Pekerja Migran Indonesia program Government to Government (G to G) Korea, di Hotel Menara Peninsula Jakarta, Senin (1/8/2023).

Aktivis reformasi serta politikus, Budiman Sudjatmiko yang hadir pada pelepasan tersebut, mengaku kagum terhadap semangat para Pekerja Migran Indonesia yang sudah berjuang melalui proses panjang sampai meninggalkan keluarga mereka di rumah untuk terbang ke Korea.

“Saya pernah menjadi bagian dari kelompok mahasiswa yang turut menentang tirani orde baru 25 tahun yang lalu. Tidak dipungkiri, kami mahasiswa juga banyak belajar dari para pengunjuk rasa menentang pemerintahan otoriter di Korea Selatan pada tahun 1970,” ujarnya.

Indonesia dan Korea Selatan di tahun 70-80an, menurut Budiman punya banyak kesamaan dalam perjuangan rakyat kelas pekerja. Ia mengaku pada zaman itu, seperti di Korea, masyarakat Indonesia juga sangat bersemangat mencari ilmu dan memperkaya wawasan dirinya bahkan sampai pada luar negeri.

Menyaksikan 150 Pekerja Migran Indonesia yang penuh semangat di hadapannya, Budiman yakin di masa depan, akan lahir Samsung-samsung baru di Indonesia, akan lahir Hyundai-hyundai baru di Indonesia.

“Ketika kalian sudah sampai di Korea, bekerjalah yang semangat, ambil ilmunya, serap sebanyak-banyaknya, pulanglah menjadi manusia baru di Ibu Pertiwi Indonesia. Bangunlah industri yang tidak kalah besar dari Korea Selatan kelak,” tegasnya.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan, penempatan prosedural Pekerja Migran Indonesia di tengah tahun 2023 ini tren nya cenderung positif.

“Jika dihitung penempatan G to G Korea saja dari Januari 2023, BP2MI telah melepas lebih dari 7.000 Pekerja Migran Indonesia. Jika di total semua skema penempatan, maka 158,865 Pekerja Migran Indonesia telah ditempatkan secara resmi dari awal tahun 2023,” ungkapnya.

Memegang teguh janjinya pada saat menjadi aktivis di samping Budiman Sudjatmiko, Benny juga berjuang untuk negara, dengan cara berbenah di pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang semakin baik.

“Terobosan yang BP2MI lakukan demi memuliakan Pekerja Migran Indonesia, beberapa diantaranya adalah, merubah stigma dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak terdidik dan terlatih, menjadi Pekerja Migran Indonesia yang terdidik, terlatih, serta menguasai bahasa asing. Penyediaan fasilitas seperti lounge, fast track, dan help desk, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Namun, berbagai perlakuan istimewa tersebut, menurut Benny juga harus didukung dengan pembenahan sikap pelayanan aparatur negara kepada publik, serta pembaharuan sistem digital yang mudah diakses.

“Selamat atas keberangkatannya nanti malam, tetap pegang prinsip, jangan sampai memalukan nama Indonesia kepada dunia luar. Tetap tegak dan busungkan dada pada waktu berangkat dan pulang nanti,” pungkas Benny kepada 150 Pekerja Migran Indonesia yang akan berangkat ke Korea Selatan. (Humas)