Optimalisasi Penempatan, BP3MI Kepri Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral
-
Optimalisasi Penempatan, BP3MI Kepri Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral.
Batam, KP2MI (19/1/2026) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Koodinasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Wilayah Kepulauan Riau, pada Kamis (15/1/2025).
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di wilayah Kepulauan Riau.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin; Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi; Kabid Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi Kepri, Denni Tresno Sulistianto; Direktur Batam Tourism Polytechnic, Siska Amelia; dan pejabat lintas sektoral lainnya.
Kepala BP3MI Kepri, Kombes Imam Riyadi menyampaikan bahwa potensi sumber daya manusia untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri di wilayah Kepri cukup potensial. Terbukti pada tahun 2025, BP3MI Kepri memfasilitasi 2.306 warga Kepri bekerja di luar negeri.
Salah satu bidang kerja yang paling banyak menyerap Pekerja Migran Indonesia dari Kepri adalah pekerjaan pengelasan (welder). Sejumlah welder di Kepri banyak yang berpindah kerja di luar negeri, sehingga terjadi kekosongan pekerja welder di Kepri.
Siklus ini, lanjut Imam, perlu ditangkap oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik swasta dan BLK milik pemerintah untuk melatih dan menerbitkan sertifikasi pekerja welder di wilayah Kepri.
Selain itu, terdapat perusahaan penyalur tenaga kerja di Kepri yang menyediakan lowongan pekerja secara legal ke sejumlah negara, seperti Turki.
“Dengan ini kami mengajak semua pihak untuk berdayakan kekuatan yang ada di Pekerja Migran Indonesia untuk mendukung Pekerja Migran Indonesia bekerja secara legal dan prosedural,” kata Imam.
Imam menjelaskan, dengan melihat pencapaian pada tahun 2025, BP3MI Kepri sangat optimis dengan jauh mengungguli target yang diberikan kepada BP3MI Kepri itu sendiri, mulai dari penempatan, pelindungan serta pelayanan lainnya.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan maraknya praktik kerja ilegal menunjukkan masih adanya celah bagi Pekerja Migran Indonesia untuk bekerja secara nonprosedural.
Menyikapi hal tersebut, Polda Kepulauan Riau memfokuskan upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan membentuk Satuan Tugas TPPO yang dikomandoi oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin selaku Ketua Harian.
“Satgas ini bertujuan memastikan Pekerja Migran Indonesia bekerja secara procedural, sehingga hak asasi, keamanan, dan keselamatan mereka terlindungi. Tingginya jumlah korban TPPO juga menjadi perhatian utama, serta ke depan direncanakan pembentukan direktorat khusus yang menangani TPPO,” ungkap Asep.
Di sisi lain, pihak Imigrasi yang diwakili Kabid Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi, Denni Tresno Sulistianto, menyatakan pihaknya telah memberikan dukungan nyata dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia dengan menyediakan layanan pembuatan paspor Rp 0 bagi CPMI yang pertama kali bekerja ke luar negeri secara prosedural.
Selain itu, Imigrasi juga melaksanakan pemeriksaan dokumen perjalanan secara ketat di pelabuhan dan bandara guna memastikan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia sesuai ketentuan. Keberadaan 8 UPT Imigrasi di Batam semakin memperkuat akses layanan paspor dan pengawasan, sehingga mendukung penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman, legal, dan terlindungi.
Kemudian Direktur Batam Tourism Polytechnic, Siska Amelia Maldin, secara konsisten mendukung program BP3MI Kepulauan Riau dalam pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Sebagai lembaga vokasi pendukung Asta Cita Presiden RI, Politeknik Pariwisata Batam menyelenggarakan program magang dan pelatihan guna mencetak Pekerja Migran Indonesia yang kompeten. Melalui rapat koordinasi ini, ia berharap terwujud sinergi dan kolaborasi lintas instansi yang berkelanjutan.
“BTP telah menjalin kerja sama dengan Taiwan dan China dalam program peningkatan keterampilan guna mendukung kesiapan bekerja ke luar negeri. Namun, masih diperlukan penguatan koordinasi dan komunikasi dengan BP3MI agar kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi peluang penempatan kerja. Diharapkan melalui sinergi ini, lulusan BTP dapat terserap lebih optimal pada pasar kerja luar negeri secara prosedural,” ujar Siska. * (Humas/BP3MI Kepri)