Terima Audiensi Setu Spa Consulting, Wamen Christina: Peluang Wellness Therapist Indonesia Bersaing Global
-
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menerima audiensi PT Anugerah Tujuh Samudra di Kantor KP2MI (19/5/2026).
Jakarta, KP2MI (21/5) — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani ingin meningkatkan peluang penempatan wellness therapist Indonesia di pasar global.
Hal itu ia sampaikan usai menerima audiensi Direktur Operasional Setu Spa Consulting, Julie Dharma dan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), PT Anugerah Tujuh Samudra di Kantor Kementerian P2MI, Selasa (19/5/2026).
“Saya membahas potensi penempatan tenaga wellness therapist Indonesia ke sejumlah negara dengan industri wellness dan hospitality yang berkembang, seperti Maldives, Turki, dan Fiji,” katanya.
Wamen Christina juga optimistis Indonesia memiliki peluang besar meningkatkan jumlah penempatan wellness therapist di berbagai negara, terutama dengan dukungan lembaga pelatihan yang memiliki pengalaman dan spesialisasi di bidang spa dan wellness seperti Setu Spa Consulting.
“Wellness therapist merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek besar dan menjadi fokus pengembangan kementerian kami. Kami optimis peluang penempatan pekerja migran Indonesia di sektor ini dapat terus meningkat,” jelasnya.
Selain itu, sektor wellness juga dapat menjadi peluang strategis bagi lulusan pendidikan vokasi, termasuk siswa SMK melalui program SMK Go Global yang terus didorong pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bisa menjadi peluang nyata bagi lulusan SMK untuk bersaing di pasar global, khususnya di sektor wellness yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga terampil dengan standar global,” ungkap Christina.
Saat ini, kebutuhan wellness therapist di dunia diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu tenaga kerja.
Kondisi itu, lanjut dia, membuat Indonesia berpeluang mengambil peran lebih luas lewat penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, terlatih, dan siap kerja di pasar global.
“Kami ingin memastikan pekerja migran Indonesia tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga meningkat kualitasnya dengan mengisi sektor-sektor strategis yang memiliki permintaan tinggi di dunia,” imbuh Christina Aryani.
Sementara itu, Direktur Operasional Setu Spa Consulting, Julie Dharma siap mendukung program penempatan pekerja migran Indonesia lewat pelatihan spa therapist bagi perempuan dari kelompok rentan dan marginal.
“Lewat kerja sama dengan pemerintah, peserta akan mendapatkan pelatihan gratis di pusat pelatihan Nirvana, Bali, termasuk kesempatan magang di sejumlah hotel di Bali sebelum ditempatkan bekerja di luar negeri. Kami ingin membantu perempuan Indonesia masuk ke industri spa tanpa terbebani biaya pelatihan yang mahal,” jelasnya.
“Harapannya, mereka dapat bekerja di luar negeri dan memperoleh penghasilan lebih baik untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga,” tambah Julie Dharma. **(Humas)