BP3MI Bali Perkuat Literasi Migrasi Aman melalui Job Fair di Klungkung
-
BP3MI Bali hadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Job Fair di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Klungkung, Rabu (29/4/2026).
DENPASAR, KemenP2MI (30/4) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali menghadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Job Fair yang diselenggarakan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Klungkung, Rabu (29/4/2026).
Dalam sesi talkshow bertajuk “Aman dan Nyaman Bekerja ke Luar Negeri”, materi yang disampaikan meliputi pengenalan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia beserta tugas dan fungsinya, persyaratan menjadi Pekerja Migran Indonesia, serta mekanisme yang harus ditempuh agar dapat bekerja ke luar negeri dengan aman.
Kepala BP3MI Provinsi Bali, Muhammad Iqbal, menyampaikan sejumlah materi penting terkait peluang bekerja ke luar negeri secara aman dan prosedural. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat, khususnya calon Pekerja Migran Indonesia, terhadap prosedur resmi guna menghindari praktik penempatan nonprosedural.
“Melalui kegiatan seperti Job Fair ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh terkait peluang bekerja ke luar negeri. Menjadi Pekerja Migran Indonesia harus melalui prosedur yang jelas agar terlindungi secara hukum dan terhindar dari risiko penempatan nonprosedural. Jangan sampai tertipu bujuk rayu calo,” tegas Iqbal.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai migrasi aman, termasuk melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Turut hadir Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung, I Nyoman Sidang, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan.
BP3MI Bali akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya dalam peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap prosedur kerja ke luar negeri yang aman dan legal.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam membuka wawasan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya penempatan Pekerja Migran Indonesia yang berkualitas dan terlindungi. **(Humas/BP3MI Bali)