Tuesday, 21 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI NTT Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman bagi Siswa SMK di Kupang

BP3MI NTT Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman bagi Siswa SMK di Kupang

00.04 21 April 2026 28

BP3MI NTT Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman bagi Siswa SMK di Kupang

Kupang, KemenP2MI (20/4) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri dan migrasi aman di Aula SMK Cahaya Putra Kupang pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pemetaan potensi siswa sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti oleh tujuh siswa kelas XII. Tim BP3MI NTT yang hadir terdiri atas Yonas Yunias Bahan, Riany Kristiana Karim, Steven Gunawan, Silvester Giri, dan Marianus Ellyas Murin.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa mendapatkan informasi mengenai peluang kerja di berbagai negara tujuan, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, termasuk kualifikasi yang dibutuhkan untuk dapat bekerja di negara-negara tersebut. Selain itu, BP3MI NTT juga memberikan pemahaman terkait migrasi aman, pengenalan dokumen legal, serta langkah-langkah pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para siswa memahami prosedur yang benar untuk bekerja ke luar negeri serta memiliki kesiapan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” ujar Riany.

Riany juga menambahkan, “Lulusan SMK yang ingin berkarier ke luar negeri dapat menyiapkan diri mulai dari sekarang dan dapat mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dari KP2MI melalui BP3MI NTT Tahun Anggaran 2026.”

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan pemetaan potensi siswa melalui pengisian kuesioner minat dan bakat. Hasilnya menunjukkan adanya minat siswa untuk bekerja di luar negeri, sekaligus memberikan gambaran awal terkait negara tujuan favorit serta kesiapan kompetensi yang dimiliki.

Melalui kegiatan ini juga, para siswa kini mampu mmbedakan jalur keberangkatan resmi (prosedural) dan ilegal (nonprosedural). Selain itu, tumbuh motivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing serta memperoleh sertifikasi kompetensi sebagai bekal menghadapi persaingan kerja di tingkat internasional.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. BP3MI NTT berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya migrasi aman dan terencana. ***(HUMASNTT)