Monday, 12 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sultra Perkuat Sinergitas Stakeholder, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

-

00.01 9 January 2026 26

BP3MI Sultra Perkuat Sinergitas Stakeholder, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Kendari, KemenP2MI (9/1)- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat koordinasi penguatan sinergi dengan stakeholder untuk meningkatkan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan angka penempatan CPMI asal Sulawesi Tenggara, pada Rabu (7/1/2026).

Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, membuka rapat menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem penempatan yang aman dan berkualitas

 “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergitas antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan penempatan harus diperkuat untuk memastikan bahwa putra-putri daerah kita tidak hanya berangkat secara prosedural, tetapi juga memiliki daya saing tinggi,” ujarnya di hadapan peserta rapat yang terdiri dari:

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kota Kendari, Pimpinan Klinik Rapha, Kepala LPK Kizuna Wawonii, Kepala LPK Asindon Nusantara Pratama, Kepala LPK PT. Ki Ki Sultra sinergi, kepala cabang PT. Tri Tunggal Nuansa Primatama, Kepala Cabang PT. Lia Center utama, kepala cabang PT. Khalifah fierdaus Aulia, dan kepala cabang PT.Arwana Citra Lestari serta tim teknis BP3MI Sulawesi Tenggara.

Askar juga menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kompetensi calon pekerja migran Indonesia sesuai dengan permintaan pasar kerja global

‘’Target kita bukan sekadar angka, tapi kualitas. Dengan penguatan pelatihan melalui LPK dan pengawasan ketat dari Dinas Tenaga Kerja, kita ingin pekerja migran asal Sultra menjadi primadona di luar negeri karena keahliannya.

Lanjutnya, Rakor ini adalah momentum untuk menyatukan visi dalam mempermudah layanan dan memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja asal Sultra.

Rapat juga turut membahas penyederhanaan birokrasi dan sinkronisasi data agar angka penempatan di wilayah kerja Sulawesi Tenggara dapat meningkat secara signifikan pada tahun ini.

“Melalui langkah strategis ini, BP3MI Sultra optimis dapat menekan angka pemberangkatan non-prosedural dan menggantinya dengan penempatan yang terstruktur, kompeten, dan terlindungi secara hukum,” tutup Askar.

Menanggapi prioritas Kepala BP3MI Sultra, Kepala UPTD Balai pelatihan Kerja Dinas transmigrasi dan Provinsi Sulawesi Tenggara, La Bia, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung standarisasi keahlian para calon pekerja migran, pelatihan utama perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

"Kami di BLK berkomitmen untuk terus menyinkronkan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja internasional, dengan sertifikasi yang kompeten, tenaga kerja kita memiliki 'posisi tawar' yang lebih kuat dan terlindungi, karena keahlian yang mereka miliki diakui secara global," pungkas La Bia.
**(Humas/BP3MISulawesiTenggara)