Saturday, 28 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sumatera Selatan Gelar Perekaman Biometrik UBT Program G to G Korea Selatan, Diikuti 98 CPMI

-

00.02 26 February 2026 56

BP3MI Sumatera Selatan Gelar Perekaman Biometrik UBT Program G to G Korea Selatan, Diikuti 98 CPMI, (26/02/2026).

Palembang, KemenP2MI (26/02) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan melaksanakan perekaman biometrik Ubiquitous Based Test (UBT) Umum untuk sektor perikanan dan manufaktur dalam Program Government to Government (G to G) Indonesia–Korea Selatan.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin (23/02/2026), bertempat di Aula Rapat BP3MI Sumatera Selatan, Kota Palembang. Sebanyak 98 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari berbagai kabupaten/kota di wilayah kerja BP3MI Sumatera Selatan mengikuti proses perekaman biometrik tersebut.

Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydinsyah, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta mempermudah akses bagi CPMI yang ingin bekerja ke luar negeri, khususnya ke Korea Selatan melalui skema G to G.

“Sebelumnya, verifikasi dokumen dan perekaman biometrik hanya dapat dilakukan di lokasi tertentu di Pulau Jawa. Untuk memberikan pelayanan prima, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI di 23 provinsi kini mendekatkan layanan tersebut dengan membuka akses perekaman biometrik di kantor-kantor BP3MI yang telah ditunjuk,” ujar Waydinsyah.

Lebih lanjut Waydinsyah menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan pelaksanaan ujian juga dapat dilakukan di sejumlah kantor BP3MI yang ditetapkan oleh kementerian. Langkah ini diharapkan mampu memangkas biaya serta meringankan beban CPMI, khususnya terkait transportasi dan akomodasi.

Waydinsyah juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan baik hingga tahap akhir, sehingga berkesempatan berangkat dan bekerja di Korea Selatan sesuai prosedur yang berlaku.

Salah satu peserta, Bagus Pribadi asal Kabupaten Empat Lawang, mengaku terbantu dengan pelaksanaan perekaman biometrik di Palembang. Menurutnya, kebijakan ini membuat proses verifikasi dokumen menjadi lebih efisien.

“Saya sangat senang karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke Pulau Jawa. Tentu ini jauh lebih hemat dari sisi biaya,” ungkap Bagus.

Pelaksanaan perekaman biometrik ini menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi Program G to G Korea Selatan, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia, **(Humas/BP3MI Sumsel).