Gerakan Nasional Migran Aman Resmi Dimulai, BP3MI Jatim Gelar Pencanangan Serentak di Sembilan Titik wilayah Jawa Timur
-
Gerakan Nasional Migran Aman Resmi Dimulai, BP3MI Jatim Gelar Pencanangan Serentak di Sembilan Titik wilayah Jawa Timur
Ponorogo, KP2MI (19/5) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur melaksanakan Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman di wilayah Jawa Timur secara serentak. Kegiatan yang digelar Senin (18/5) tersebut digelar di sembilan titik lokasi, yakni Ponorogo, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, dan Banyuwangi dengan total peserta mencapai 908 orang.
Kegiatan utama dipusatkan di Balai Desa Bringinan, Kabupaten Ponorogo yang dikenal sebagai salah satu Desa Migran Emas di Jawa Timur. Pemilihan Desa Bringinan sebagai lokasi utama pencanangan menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam membangun budaya migrasi aman hingga ke tingkat desa.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan antusias dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo, perwakilan Dinas Pendidikan Ponorogo, Polres Ponorogo, Imigrasi Ponorogo, Kepala Desa Bringinan, komunitas pekerja migran Indonesia, purna pekerja migran Indonesia, keluarga pekerja migran Indonesia, perwakilan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), hingga para calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung upaya pelindungan dan penempatan pekerja migran secara prosedural. Sebanyak 100 peserta hadir secara langsung di lokasi utama untuk mengikuti rangkaian kegiatan pencanangan, sosialisasi, serta edukasi mengenai pentingnya migrasi aman guna mencegah praktik penempatan nonprosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, seluruh peserta turut mengikuti secara virtual Kick Off Gerakan Nasional Migran Aman yang dipusatkan di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Jakarta. Momentum ini menjadi simbol dimulainya gerakan bersama secara nasional dalam memperkuat edukasi, perlindungan, serta penempatan pekerja migran Indonesia secara aman dan prosedural.
Selain mengikuti kick off nasional, kegiatan juga dirangkai dengan seremoni penyerahan E-KPMI oleh Kepala BP3MI Jawa Timur kepada CPMI tujuan Hong Kong dan Taiwan. Penyerahan E-KPMI tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam memastikan calon pekerja migran memperoleh dokumen dan perlindungan yang sesuai prosedur sebelum bekerja ke luar negeri.
Momentum ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa bekerja ke luar negeri harus dilakukan melalui jalur resmi agar hak, keamanan, dan kesejahteraan pekerja migran dapat terjamin sejak sebelum keberangkatan hingga rocedu ke tanah air.
Dalam keynote speech-nya, Kepala BP3MI Jawa Timur AKBP Tyas Puji Rahadi menyampaikan bahwa Jawa Timur masih menjadi kantong terbesar pekerja migran Indonesia. Berdasarkan data tahun 2023 hingga minggu kedua Mei 2026, terdapat 246.665 PMI asal Jawa Timur yang berangkat secara rocedural, dengan Kabupaten Ponorogo menjadi daerah dengan angka penempatan tertinggi mencapai 34.675 orang.
“Angka penempatan tinggi ini mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Namun tingginya minat tersebut juga harus diimbangi dengan pemahaman mengenai migrasi aman agar masyarakat terhindar dari praktik migran ilegal dan bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai peluang kerja luar negeri yang aman dan prosedural.
“Kami berharap Gerakan Nasional Migran Aman ini dapat menjadi upaya nyata dalam meningkatkan penempatan PMI secara prosedural, tidak hanya di sektor informal namun juga sektor formal,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BP3MI Jawa Timur terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, komunitas migran, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong terciptanya ekosistem migrasi aman bagi masyarakat Jawa Timur.