Saturday, 25 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

KemenP2MI Kembali Tempatkan Pekerja Migran Perawat di Jerman, Kantongi Gaji Hingga 51 Juta Rupiah

-

00.04 13 April 2025 1537

KemenP2MI Kembali Tempatkan Pekerja Migran Perawat di Jerman, Kantongi Gaji Hingga 51 Juta Rupiah

Tangerang, KemenP2MI (13/4) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus menggencarkan penempatan skilled worker bagi Pekerja Migran Indonesia. Salah satunya melalui pelepasan sebanyak 16 Pekerja Migran Indonesia skema Government to Government (G to G) perawat ke Jerman.

Direktur Jenderal Penempatan KemenP2MI/BP2MI, Ahnas, mengatakan hingga saat ini, 259 orang Pekerja Migran Indonesia telah berangkat ke Jerman melalui program Triple Win G to G.

"Penempatan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya sebagai pembantu rumah tangga saja, tetapi kita sudah mengarah ke sektor yang menengah ke atas. Di seluruh dunia ini, kita tengah mencoba supaya penempatan meningkat. Kita sudah mengarah ke beberapa negara termasuk Eropa dan Amerika," ujar Ahnas, di Lounge Pekerja Migran Indonesia Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (13/4).

Sementara itu, Ketua STIKES RSPAD Gatot Soebroto, Kolonel Ckm (Purn) Didin Syaefudin, berpesan agar para pekerja migran menjaga nama baik profesi dan negara di negara penempatan. 

"Dari tangan adik-adik ada beban yang harus dipegang, karena ini bukan membawa diri pribadi, tapi juga membawa profesi perawat dan Warga Negara Indonesia," tuturnya.

Selanjutnya, Manager Komponen Program GIZ Triple Win Indonesia, Pujiarti, mengatakan keberhasilan para pekerja migran berada pada diri mereka sendiri. 

"Keberhasilan teman-teman ada di tangan teman-teman sendiri. Nggak sulit tapi teman-teman harus sangat persistent," pungkasnya.

Diketahui, para pekerja migran tersebut akan ditempatkan di Wolfburg, Jerman dengan penghasilan mencapai 51 juta rupiah. ** (Humas/MSA)