Thursday, 28 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

Melalui Saweu Gampong di Lam Blang Trieng, BP3MI Aceh Dorong Pemuda Desa Siap Kerja Global secara Aman dan Prosedural

-

00.05 25 May 2026 38

BP3MI Aceh melalui program Saweu Gampong perluas edukasi migrasi aman di Gampong Lam Blang Trieng, Aceh Besar, Rabu (13/5/2026).

Aceh Besar, KP2MI (25/5) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh terus memperluas gerakan edukasi migrasi aman hingga ke tingkat desa melalui program unggulan Saweu Gampong, Rabu (13/5/2026). Tim BP3MI Aceh melaksanakan kegiatan pembinaan Desa Migran Emas di Gampong Lam Blang Trieng, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, sebagai bagian dari pra kick off Gerakan Nasional Migran Aman bertema Generasi Muda Aceh Berdaya Saing Global.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, Keuchik Gampong Lam Blang Trieng Zulfan, Sekretaris Gampong, Tim BP3MI Aceh, insan media dari Kantor Berita Antara, serta unsur kepemudaan gampong.

Suasana hangat dan penuh antusias terlihat sejak awal kegiatan saat rombongan BP3MI Aceh disambut langsung oleh aparatur desa dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Keuchik Gampong Lam Blang Trieng, Zulfan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program Saweu Gampong yang dinilai mampu membuka wawasan masyarakat terkait peluang kerja luar negeri yang aman dan legal.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi peluang besar bagi generasi muda desa untuk mendapatkan informasi yang benar tentang bekerja ke luar negeri secara prosedural. Selama ini ada warga kami yang bekerja di luar negeri, khususnya Malaysia, namun sebagian besar masih nonprosedural. Harapan kami, kehadiran BP3MI Aceh dapat menjadi motivasi baru bagi pemuda gampong untuk meningkatkan kualitas diri dan bekerja secara aman demi meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Zulfan.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah gampong siap mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui program-program desa yang dapat menunjang kebutuhan kerja global di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Rolijah menyampaikan bahwa kegiatan Saweu Gampong merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia mulai dari desa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian pra kick off Gerakan Nasional Migran Aman di Provinsi Aceh.

“Kami ingin masyarakat usia produktif di desa melihat bahwa bekerja ke luar negeri secara aman dan prosedural adalah peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Namun yang paling penting, sebelum bekerja ke luar negeri masyarakat harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar global serta kemampuan bahasa negara tujuan,” ujar Siti.

Ia menegaskan bahwa kualitas kompetensi akan sangat memengaruhi peluang kerja dan tingkat pendapatan yang diperoleh di luar negeri. Karena itu, BP3MI Aceh terus mendorong kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pelatihan, dan vokasi guna menciptakan sumber daya manusia Aceh yang siap bersaing di pasar kerja global.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Perlindungan BP3MI Aceh sekaligus ex officio Ketua Tim Gerakan Nasional Migran Aman Provinsi Aceh, Fauzah Marhamah, menekankan pentingnya migrasi aman dan prosedural sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.

“Menjadi Pekerja Migran Indonesia nonprosedural memiliki risiko yang sangat tinggi, mulai dari eksploitasi, tindak pidana perdagangan orang, hingga deportasi. Melalui Gerakan Nasional Migran Aman ini, pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memperkuat edukasi dan diseminasi pelindungan pekerja migran secara masif,” kata Fauzah.

Ia juga menambahkan, selama ini pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia telah dijalankan secara aktif oleh BP3MI Aceh bersama stakeholder terkait, namun edukasi hingga tingkat desa perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak pada praktik perekrutan ilegal.

Seusai sesi dialog dan pembinaan, Tim BP3MI Aceh melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan langsung ke area gampong dan menyapa masyarakat secara door-to-door di rumah-rumah warga yang dilewati.

Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai peluang kerja luar negeri, berbagai skema penempatan resmi, serta persyaratan bekerja secara prosedural agar memperoleh pelindungan yang maksimal selama bekerja di luar negeri.

Tim juga mengarahkan masyarakat untuk mengakses informasi resmi melalui media sosial BP3MI Aceh guna memperoleh informasi terpercaya terkait peluang kerja luar negeri dan layanan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sebagai bentuk penguatan edukasi, Tim BP3MI Aceh turut membagikan brosur informatif kepada masyarakat yang berisi panduan praktis bekerja ke luar negeri secara legal dan aman, sekaligus tips menghindari sindikat penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Melalui program Saweu Gampong, BP3MI Aceh berharap desa-desa di Aceh mampu menjadi pusat lahirnya generasi muda yang kompeten, berdaya saing global, dan memahami pentingnya bekerja ke luar negeri secara aman, prosedural, dan bermartabat.* (Humas/BP3MI Aceh)