Perkuat Sinergi SMK Go Global, BP3MI Sulawesi Tengah Terima Kunjungan Forum BKK Provinsi
-
Perkuat Sinergi SMK Go Global, BP3MI Sulawesi Tengah Terima Kunjungan Forum BKK Provinsi
Palu, KP2MI (7/4) – BP3MI Sulawesi Tengah menerima kunjungan koordinasi dari Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama para koordinator wilayah, dalam rangka memperkuat sinergi antara satuan pendidikan vokasi, pemerintah, serta mitra terkait, di Kantor BP3MI Sulawesi Tengah, Palu, Selasa (7/4/2026). Kunjungan kerja ini untuk mendukung implementasi program SMK Go Global.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, didampingi Ketua Tim Penempatan, Alberth Imanuel Tangdialla. Sementara itu, rombongan Forum BKK dipimpin oleh Ketua Forum BKK Provinsi Sulawesi Tengah, Fajrin Indriani Rais, bersama para Koordinator Wilayah I hingga VI serta Kepala SMK Negeri 1 Kabupaten Banggai, Anton Nurdin.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah menegaskan bahwa program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK.
“Program SMK Go Global diharapkan mampu mendorong lulusan SMK untuk menangkap peluang kerja di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujar Mustaqim.
Ia menjelaskan bahwa penempatan tenaga kerja nantinya akan berbasis job order sesuai kebutuhan negara tujuan. Oleh karena itu, kesiapan peserta didik menjadi hal yang sangat penting.
“Diperlukan kesiapan yang komprehensif, baik dari aspek kompetensi keahlian, kemampuan bahasa, maupun kesiapan mental kerja agar mampu beradaptasi di pasar kerja internasional,” tambahnya.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah juga menegaskan bahwa seluruh proses penempatan harus dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan peraturan yang berlaku demi menjamin perlindungan pekerja migran.
Dalam kesempatan tersebut, Mustaqim juga menyampaikan tengah mengintensifkan penjajakan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, khususnya dari unsur pemerintah dan lembaga pelatihan, termasuk pelatihan bahasa asing.
BP3MI Sulawesi Tengah, ungkap Mustaqim, turut mendorong satuan pendidikan, khususnya SMK, untuk mulai mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing secara lebih sistematis dalam kurikulum.
Sementara itu, Ketua Forum BKK Provinsi Sulawesi Tengah, Fajrin Indriani Rais, menyampaikan bahwa peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sudah terbukti nyata, salah satunya ke Jepang.
“Saat ini sudah ada alumni yang berhasil bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Ini menunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global,” ungkap Fajrin.
Namun demikian, ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti biaya penempatan dan persetujuan orang tua.
“Biaya penempatan dan kekhawatiran orang tua masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau serta sosialisasi yang intensif terkait prosedur yang aman dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Kabupaten Banggai, Anton Nurdin, yang menyebutkan bahwa beberapa daerah telah mulai aktif menyosialisasikan program SMK Go Global.
“Kami di daerah sudah mulai menyebarluaskan informasi terkait program ini. Harapannya, langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mendorong partisipasi lulusan SMK,” ujar Anton.
Di akhir pertemuan, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa pelaksanaan program saat ini masih menunggu petunjuk teknis final dari pemerintah pusat. Tahapan awal program akan diawali dengan survei peminatan peserta didik.
“Survei peminatan menjadi langkah awal untuk mengetahui kesiapan peserta didik sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja atau job order yang tersedia,” jelasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan program SMK Go Global.
Melalui sinergi yang solid, diharapkan lulusan SMK di Sulawesi Tengah tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan global yang memadai untuk bersaing di pasar kerja internasional secara profesional dan berdaya saing tinggi. ** (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)