Friday, 17 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen P2MI Dorong Vokasi Link and Match untuk Cetak Pekerja Migran Terampil

-

00.04 16 April 2026 24

Wamen P2MI Dorong Vokasi Link and Match untuk Cetak Pekerja Migran Terampil

Bandar Lampung - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung. Dalam agenda tersebut, ia bertemu dengan Wakil Gubernur Lampung untuk membahas penataan ulang ekosistem vokasi daerah.

Pertemuan ini menyoroti pentingnya peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia  asal Lampung agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Dzulfikar mengatakan, paradigma penempatan Pekerja Migran harus diubah dari sekadar mencari kerja menjadi tenaga kerja yang memiliki kompetensi.

"Kita ingin mengubah paradigma. Pekerja migran asal Lampung harus berangkat dengan keahlian yang mumpuni. Vokasi di daerah harus link and match dengan kebutuhan pasar kerja internasional di negara penempatan," ujar Dzulfikar di Bandar Lampung, Rabu 15/4/2026.

Ia menyebut, Lampung merupakan salah satu daerah penyumbang Pekerja Migran  terbesar di Sumatra. Saat ini, profil Pekerja Migran juga mulai bergeser, didominasi generasi muda lulusan SMK dan Diploma yang ingin bekerja di sektor formal seperti manufaktur, pertanian modern, dan kesehatan di negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Meski demikian, tantangan masih ada, terutama dalam meningkatkan klasifikasi tenaga kerja terampil (skilled labor). Pemerintah, kata Dzulfikar, ingin memastikan setiap Pekerja Migran memiliki kompetensi yang diakui secara internasional.

"Negara tidak boleh hanya hadir saat memulangkan jenazah atau mengurus sengketa gaji. Negara harus hadir sejak di hulu, yaitu di Balai Latihan Kerja," tegasnya.

Menurutnya, penguatan pelatihan vokasi menjadi kunci agar Pekerja Migran asal Lampung tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki daya saing dan perlindungan yang lebih baik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim menyambut baik sinergi dengan pemerintah pusat dalam penguatan ekosistem vokasi.

"Kami menyadari masyarakat Lampung punya etos kerja tinggi. Tapi kemauan saja tidak cukup tanpa keterampilan teknis. Kami akan menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan standar global," ujarnya.

Ia berharap, Pekerja Migran asal Lampung yang kembali ke daerah tidak hanya membawa pengalaman kerja, tetapi juga modal dan keahlian untuk membangun daerah.

"Kami ingin mereka kembali dengan kemampuan, bukan kembali untuk mencari kerja lagi," pungkasnya.*