Peringati HPMI, BP3MI Sumatera Barat Salurkan Bantuan ke Korban Bencana
-
Peringati HPMI, BP3MI Sumatera Barat Salurkan Bantuan ke Korban Bencana
Padang, KP2MI (16/12) — Dalam rangka memperingati Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) Tahun 2025, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat menggalang donasi untuk disalurkan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat.
Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana peringatan HPMI diisi dengan kegiatan seremonial bersama pekerja migran Indonesia dan pekerja migran Indonesia purna, tahun ini kegiatan diisi dengan kegiatan kemanusiaan. Seperti diketahui bersama, bencana yang terjadi sejak akhir November telah memakan ratusan korban jiwa, merusak tempat tinggal masyarakat, fasilitas umum, dan menyebabkan kerugian yang sangat banyak. Akibat bencana ini, juga menyebabkan dampak bagi pegawai dan pekerja migran Indonesia purna.
Guna membantu meringankan beban korban terdampak, BP3MI Sumbar mengadakan penggalangan donasi dari pegawai dan rekanan untuk kemudian diserahkan kepada korban terdampak.
“Tahun ini kita tidak mengadakan kegiatan yang bersifat seremoni meriah, karena menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi di Sumatera Barat”, kata Jupriyadi, Kepala BP3MI Sumatera Barat.
Lebih lanjut Jupriyadi menyampaikan penyerahan bantuan sudah dilaksanakan sejak 2 hari pasca banjir bandang pertama tanggal 27 November 2025 yaitu penyerahan bantuan sembako bagi warga terdampak di Pasar Baru, Pauh Padang. Selanjutnya, BP3MI Sumbar juga melakukan survey di daerah Guo untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang menjadi korban terdampak.
“Kami juga melaksanakan survey ke salah satu lokasi terdampak paling parah yaitu di daerah Guo untuk memperoleh informasi kebutuhan mendesak disana Ternyata, yang paling dibutuhkan saat ini adalah uang tunai, karena sembako dan barang lainnya sudah banyak masuk. . Terdapat 18 keluarga yang kehilangan rumah, karena hancur dan terbawa arus.”, tambah Jupriyadi.
Berdasarkan hasil survey, BP3MI Sumbar kemudian menyerahkan donasi uang kepada 18 warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang pada Sabtu, 13 Desember 2025 guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah situasi sulit pascabencana.
Selain itu, BP3MI Sumatera Barat juga memberikan bantuan khusus kepada satu orang pekerja migran Indonesia purna bernama Itrayoni yang turut terdampak musibah banjir galodo tersebut. Beliau juga merupakan peserta seminar kesehatan mental yang diselenggarakan oleh BP3MI Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Kepala BP3MI Sumbar menyampaikan bahwa momentum HPMI menjadi pengingat bahwa negara harus senantiasa hadir dalam setiap fase kehidupan pekerja migran.
“Perlindungan terhadap pekerja migran tidak berhenti saat mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga ketika mereka kembali ke daerah asal dan menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam,” tambahnya.
BP3MI Sumatera Barat menyadari bahwa bencana ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan duka dan trauma mendalam bagi para korban. Kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam waktu singkat merupakan cobaan berat bagi masyarakat terdampak. Seluruh dana bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi dari Keluarga Besar BP3MI Sumatera Barat, sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya pekerja migran dan keluarganya yang terdampak bencana.
BP3MI Sumatera Barat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan membantu pemulihan kondisi warga terdampak banjir bandang serta menjadi penguat semangat warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan pascabencana. **Humas BP3MI Sumbar**