Monday, 12 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Perkuat Migrasi Aman, BP3MI Sumatera Barat Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

-

00.12 30 December 2025 278

Perkuat Migrasi Aman, BP3MI Sumatera Barat Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

Padang, KemenP2MI — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat mencatat kinerja positif dalam penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia sepanjang 2025. Berbagai program yang dijalankan, mulai dari penempatan dan pelindungan hingga pelatihan serta sosialisasi migrasi aman, berhasil menjangkau ribuan masyarakat di Sumatera Barat.

Sepanjang 2025, BP3MI Sumatera Barat berhasil mencatatkan penempatan sebanyak 522 pekerja migran Indonesia asal Sumatera Barat. Penempatan didominasi ke Jepang dengan jumlah 472 pekerja migran Indonesia, sementara sisanya tersebar ke sejumlah negara tujuan lain seperti Malaysia, Taiwan, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Kroasia, Singapura, Oman, dan Qatar.

Tiga daerah penyumbang penempatan terbanyak berasal dari Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.

Dari aspek pelindungan, BP3MI Sumatera Barat memfasilitasi pemulangan 36 pekerja migran sepanjang tahun ini, baik dalam kategori repatriasi, deportasi, sakit, maupun meninggal dunia. Selain itu, BP3MI juga melakukan pencegahan penempatan nonprosedural terhadap 48 CPMI sebagai langkah mitigasi risiko sejak pra-penempatan.

Pelayanan langsung kepada pekerja migran Indonesia juga diberikan melalui Helpdesk BP3MI di Bandara Internasional Minangkabau, dengan total 74 pekerja migran Indonesia terlayani. Rinciannya, 31 pekerja migran dalam masa cuti, 33 pekerja migran habis kontrak, serta lainnya dengan keperluan khusus seperti sakit dan alasan mendesak.

Dalam aspek pemberdayaan, BP3MI Sumatera Barat menyelenggarakan pelatihan pengembangan usaha produktif serta penyerahan bantuan modal usaha pada Oktober 2025 kepada 20 purna pekerja migran Indonesia beserta keluarganya. Program tersebut dilanjutkan dengan kegiatan rehabilitasi dan reintegrasi sosial pada November 2025 bagi 20 purna pekerja migran Indonesia lainnya beserta keluarga.

Upaya peningkatan kapasitas CPMI juga dilakukan melalui berbagai pelatihan, antara lain bidang hospitality, plantation (budidaya tanaman), serta bahasa Jepang dan bahasa Inggris, dengan total peserta sekitar 150 orang. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan BPVP Padang, Balai Diklat Industri (BDI) Padang, serta Migran Center Universitas Negeri Padang.

Di sisi edukasi publik, BP3MI Sumatera Barat aktif melakukan sosialisasi migrasi aman dan peluang kerja luar negeri di SMK dan perguruan tinggi se-Sumatera Barat. Sepanjang 2025, tercatat 43 kegiatan sosialisasi yang menjangkau sekitar 3.675 peserta, melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi keagamaan seperti PWNU dan PWM Muhammadiyah Sumatera Barat, hingga komunitas mahasiswa.

Selain kegiatan tatap muka, edukasi publik juga diperluas melalui media online dan elektronik, serta partisipasi dalam berbagai job fair bersama Universitas Negeri Padang dan Pemerintah Kota Padang.

Sebagai wujud kepedulian sosial, BP3MI Sumatera Barat turut berkontribusi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, menyebut seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi antara BP3MI Sumatera Barat, pemerintah daerah, lembaga vokasi, dan perguruan tinggi. Kami terus memperluas akses peluang kerja luar negeri yang legal, aman, dan bermartabat bagi generasi muda Sumatera Barat, sekaligus memastikan pelindungan pekerja migran Indonesia sejak pra-penempatan hingga purna penempatan,” ujar Jupriyadi, Selasa (30/12/2025).

Jupriyadi menegaskan, penguatan migrasi aman menjadi fokus utama dalam setiap program yang dijalankan oleh BP3MI Sumatera Barat.

“Selain penempatan, kami menempatkan edukasi migrasi aman sebagai prioritas. Pencegahan penempatan nonprosedural, penguatan kapasitas CPMI, hingga pendampingan purna pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun sistem migrasi yang berkelanjutan dan berpihak pada keselamatan pekerja,” kata Jupriyadi.

Kepala BP3MI Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, dinas tenaga kerja kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membangun sistem migrasi yang aman, edukatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia beserta keluarganya. ** (Humas/BP3MI Sumatera Barat)