Wednesday, 4 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen Christina Jajaki Penempatan Pekerja Migran Sektor Kesehatan dan Terampil ke Bahrain

-

00.02 3 February 2026 102

Wamen Christina membahas peluang kerja di Bahrain lewat Zoom Meeting dengan Dubes Indonesia untuk Bahrain, Senin (02/02/2026).

Jakarta, KemenP2MI (03/02) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, membahas peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor formal dan terampil dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain, Ardi Hermawan, Senin (02/02/2026). 

Dalam pertemuan daring itu terungkap, lebih dari 5.000 warga negara Indonesia bekerja di Bahrain, dengan 900 di antaranya merupakan skilled workers. Misalnya pekerja di sektor teknologi informasi, perhotelan, hospitality, restoran, dan kafe.

“Bahrain menyampaikan ketertarikan untuk merekrut lebih banyak tenaga kerja terampil dari Indonesia, khususnya di sektor kesehatan. Ini menjadi peluang yang perlu kita matangkan bersama,” ujar Christina. 

Adapun gaji untuk sektor kesehatan ini mencapai 400 Bahrain Dirham, atau sekitar Rp17,5 juta. 

Menurut Wamen Christina, besaran gaji itu cukup kompetitif untuk penempatan pekerja terampil sektor kesehatan di kawasan Timur Tengah. 

“Selain tenaga kesehatan, peluang penempatan juga terbuka untuk sektor lain seperti welder atau tukang las, teknisi konstruksi, dan tenaga teknis lainnya,” tambahnya.

Pertemuan daring itu juga membahas kemungkinan penguatan kerja sama penempatan pekerja migran melalui skema antar pemerintah atau government to private (G to P). 

Termasuk, tambah Christina, penjajakan kerja sama langsung dengan end user serta peluang penyusunan nota kesepahaman (MoU) terkait rencana penempatan pekerja migran terampil. 

“Kementerian P2MI  membuka kemungkinan untuk melakukan kunjungan langsung ke Bahrain untuk bertemu dengan Labour Market Regulatory Authority (LMRA), lembaga yang mengatur ketenagakerjaan dan pasar kerja di negara tersebut,” tambahnya. **(Humas)