Saturday, 14 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Lampung dan Pemprov Lampung Dorong Peluang Kerja Konstruksi Jepang bagi Siswa Vokasi

-

00.02 13 February 2026 42

BP3MI Lampung menghadiri kegiatan sosialisasi jabatan konstruksi yang diadakan oleh Japan Association of Construction (JAC) di SMA Negeri 2 Bandar Lam

Bandar Lampung, KemenP2MI (13/2) – Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung menghadiri kegiatan sosialisasi jabatan konstruksi yang diadakan oleh Japan Association of Construction (JAC) di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 siswa ini diadakan dalam rangka mendukung Program Kelas Migran Vokasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka peluang kerja ke Jepang, khususnya di sektor konstruksi.

Pada kegiatan ini turut hadir Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi KemenP2MI, Abri Danar Prabawa. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk pertama kalinya di Provinsi Lampung.

“Sosialisasi ini digelar guna meningkatkan minat terhadap lapangan kerja di sektor konstruksi Jepang, sesuai dengan kesepakatan bersama yang ditandatangani pada Agustus 2025 antara JAC dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pemenuhan standar kompetensi dan sertifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar pekerja yang diberangkatkan benar-benar sesuai kualifikasi.

“Kemampuan Bahasa Jepang menjadi Kunci, melalui program kelas migran vokasi, siswa dipersiapkan tidak hanya keterampilannya, tetapi juga soft skill seperti disiplin dan etos kerja sehingga siap bersaing di dunia kerja Jepang,” ungkap Abri.

Abri juga mengingatkan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Sertifikasi menjadi instrumen penting agar pekerja yang diberangkatkan benar-benar bekerja sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa Pemprov telah membuka pelatihan bahasa Jepang bagi sekitar 8.500 siswa kelas XII selama enam bulan sebagai bentuk kesiapan menuju pasar kerja internasional.

“Setelah pelatihan, siswa akan dipetakan sesuai minat dan kesiapan untuk bekerja di Jepang,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah tantangan keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri, bekerja ke luar negeri menjadi salah satu pilihan rasional. Jepang disebut sebagai salah satu negara tujuan yang menjamin hak-hak pekerja serta memberikan perlindungan yang baik bagi pekerja asal Lampung.

“Di tengah kondisi ketenagakerjaan Lampung yang masih menghadapi tantangan pengangguran akibat terbatasnya lapangan kerja di dalam negeri, bekerja ke luar negeri menjadi salah satu pilihan rasional,” tutur Rahmat.

Rahmat juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak guna mengatasi keterbatasan tenaga pengajar dan menyempurnakan implementasi program.

Pada kesempatan yang sama, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang yang diwakili oleh Deputi Direktur Jenderal, Hirashima Masakuni, menyebut sektor konstruksi menjadi prioritas dalam skema Specified Skilled Worker (SSW) dengan target penerimaan sekitar 8.000 pekerja asing hingga 2029.

“Sistem pengembangan karier dan lingkungan kerja terus ditingkatkan agar lebih aman dan profesional,” jelas Hirashima.

Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan memahami peluang dan tantangan bekerja di Jepang serta mempersiapkan diri secara matang. **(Humas/BP3MI Lampung)