Saturday, 24 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Gerak Cepat, BP3MI Sulawesi Tengah Sambangi Kediaman Keluarga Pekerja Migran Indonesia Asal Palu Diduga Disekap di Arab Saudi

-

00.01 22 January 2026 89

BP3MI Sulawesi Tengah datangi rumah keluarga Pekerja Migran Indonesia yang diduga disekap di Arab Saudi, Rabu (21/1/2026).

Palu, KemenP2MI (22/1) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menindaklanjuti laporan keluarga terkait dugaan penyekapan seorang Pekerja Migran Indonesia nonprosedural atas nama Saraswati Zainudin Usman, warga Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, yang diduga berada di Riyadh, Arab Saudi pada Rabu, (21/1/2026).

Informasi awal diterima BP3MI Sulawesi Tengah melalui pesan WhatsApp dari seorang Pekerja Migran Indonesia Purna bernama Zuidar, yang melaporkan adanya Pekerja Migran Indonesia yang diduga mengalami penyekapan di Arab Saudi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah segera melakukan langkah cepat dengan mendatangi kediaman untuk bertemu suami Saraswati, Adri Andilan. Dalam pertemuan tersebut, Adri menyampaikan bahwa komunikasi terakhir dengan istrinya terjadi pada Kamis, 15 Januari 2025.

“Terakhir saya berkomunikasi dengan istri saya hari Kamis, 15 Januari 2025. Setelah itu, saya tidak bisa lagi menghubunginya dan langsung meminta bantuan keluarga yang ada di Arab Saudi untuk mencari informasi,” ujar Adri Andilan.

Informasi tambahan diperoleh dari sepupu Saraswati, Lestari, yang berada di Arab Saudi. Ia menyampaikan bahwa Saraswati juga terakhir menghubunginya pada tanggal yang sama. Melalui komunikasi terakhir tersebut, Saraswa mengirimkan lokasi keberadaannya dan menyampaikan niat untuk melarikan diri dari Dammam menuju Riyadh.

Lestari juga mengungkapkan bahwa Saraswati mengaku dibawa oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh untuk dipekerjakan sebagai penerima tamu di tempat hiburan malam, bahkan sempat dibawa ke lokasi yang diduga tempat perdagangan orang.

“Dia bilang sempat dibawa ke tempat diduga lokasi perdagangan orang, tapi berhasil melawan dan kemudian dikembalikan ke tempat penampungan. Saat ini handphone miliknya diduga masih dikuasai WNA Bangladesh tersebut,” ungkap Lestari.

BP3MI Sulawesi Tengah juga memperoleh informasi terkait adanya pihak sponsor atau calo yang memberangkatkan Saraswati ke Arab Saudi, yakni seorang perempuan bernama Mariyam, yang beralamat di Kayumalue Ngapa, Kota Palu.

Saat ini, BP3MI Sulawesi Tengah Tengah berupaya menemui pihak sponsor guna menggali informasi lebih lanjut terkait keberangkatan dan keberadaan pekerja migran tersebut.

Tim penanganan kasus dari BP3MI Sulawesi Tengah, Dolvie Tri Bagus Arafah, menegaskan BP3MI Sulawesi Tengah berkomitmen melakukan penelusuran secara menyeluruh dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan, termasuk menemui keluarga dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini kami juga berupaya menemui sponsor yang memberangkatkan si Pekerja Migran Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut sebagai bahan koordinasi lanjutan,” tegas Dolvie.

BP3MI Sulawesi  Tengah mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri secara nonprosedural serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi permasalahan yang dialami Pekerja Migran Indonesia  demi memastikan perlindungan dan keselamatan Pekerja Migran Indonesia.** (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)