BP3MI NTT Jajaki Kerja Sama dengan BNN Wilayah NTT untuk Literasi Informasi Pencegahan Bahaya Narkoba
-
BP3MI NTT Jajaki Kerja Sama dengan BNN Wilayah NTT untuk Literasi Informasi Pencegahan Bahaya Narkoba
Kupang, KemenP2MI (11/2) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kegiatan penjajakan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Wilayah NTT terkait kolaborasi pelatihan pencegahan bahaya narkoba bagi Calon Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia di Kantor BNN Wilayah NTT, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTT, Neppa Amtiran bersama tim dan disambut langsung oleh Lia Novika Ulya, Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Wilayah NTT.
Neppa, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan BNN Wilayah NTT dalam mendukung upaya pelindungan pekerja migran dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Kami mengapresiasi sambutan hangat dari BNN Wilayah NTT. Kolaborasi ini sangat penting sebagai langkah preventif untuk membekali Calon Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia dengan pengetahuan yang memadai terkait bahaya narkoba, sehingga mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun menjadi korban jaringan peredaran gelap narkotika,” ungkap Neppa.
Sementara itu, Ketua Tim OPP BP3MI NTT, Yulia juga menegaskan bahwa upaya pelindungan pekerja migran harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak.
“Pelindungan pekerja migran tidak hanya berbicara soal prosedur penempatan dan hak-hak normatif, tetapi juga bagaimana kita memastikan mereka memiliki ketahanan diri terhadap berbagai ancaman, termasuk bahaya narkotika. Sinergi dengan BNN Wilayah NTT ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembekalan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia sejak sebelum keberangkatan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba menjadi bagian penting dalam membangun pekerja migran yang berintegritas dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap Calon Pekerja Migran Indonesia asal NTT tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjaga diri, menjaga nama baik keluarga, daerah, dan bangsa. Dengan dukungan BNN, kami optimistis materi pencegahan narkoba dapat terintegrasi secara optimal dalam program orientasi pra pemberangkatan,” tambahnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin penting. Pertama, BNN Wilayah NTT menyatakan kesediaannya untuk menyalurkan informasi-informasi terbaru terkait bahaya penyalahgunaan narkotika. Materi dan bahan ajar nantinya akan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan Calon Pekerja Migran Indonesia dan PMI.
Kedua, BNN Wilayah NTT bersedia melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para instruktur Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) BP3MI NTT agar meningkatkan literasi informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, jenis-jenis narkotika, ciri-ciri modus scamming dalam pengedaran narkotika, serta materi penting lainnya yang perlu diketahui dan disampaikan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia/Pekerja Migran Indonesia.
Ketiga, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun draf perjanjian kerja sama (PKS) sebagai landasan formal kolaborasi antara BP3MI NTT dan BNN Wilayah NTT.
Melalui kegiatan ini, BP3MI NTT berharap sinergi yang terbangun dapat memperkuat upaya pelindungan pekerja migran Indonesia secara lebih utuh dan menyeluruh, tidak hanya dari sisi administratif dan ketenagakerjaan, tetapi juga dari ancaman bahaya narkotika yang dapat merusak masa depan pekerja migran dan citra bangsa di luar negeri.** (Humas/BP3MI Nusa Tenggara Timur)