Sunday, 11 January 2026
logo

Berita

Berita Utama

Peringati Hari Bela Negara ke-77, Sekjen KemenP2MI Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Global

-

00.12 19 December 2025 262

Pegawai di lingkungan KemenP2MI mengikuti upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.

Jakarta, KemenP2MI (19/12) – Pegawai Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) mengikuti upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang digelar di Aula Abdurrahman Wahid, KemenP2MI, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal KemenP2MI, Dwiyono. Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”.

Dwiyono menyampaikan amanat Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan bahwa dunia saat ini berada dalam dinamika yang cepat dan penuh ketidakpastian. Berbagai tantangan global, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, hingga disrupsi teknologi dan arus informasi yang mudah dimanipulasi, menjadi ancaman nyata bagi bangsa.

“Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, tetapi juga berupa perang siber, radikalisme, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi. Dalam kondisi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh rakyat Indonesia,” ujar  dalam pidato yang dibacakan Dwiyono.

Selain membahas tantangan global, Dwiyono juga menyinggung bencana alam yang tengah melanda sejumlah wilayah di Tanah Air, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk hadir membantu dan mendoakan masyarakat yang terdampak.

“Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedang menghadapi ujian berat akibat bencana alam. Ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian,” kata Dwiyono.

Ia menegaskan, peringatan Hari Bela Negara harus dimaknai sebagai wujud nyata cinta tanah air melalui tindakan konkret. Mulai dari membantu sesama yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. **(Humas/NA)