Friday, 20 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

Usaha Purna Pekerja Migran Indonesia Kian Berkembang, BP3MI Sulawesi Tengah Inisiasi Pelatihan untuk Akses Pemasaran Strategis

-

00.02 19 February 2026 52

Perwakilan BP3MI Sulawesi Tengah kunjungi salah satu usaha Pekerja Migran Indonesia Purna di Kel. Kayumalue Ngapa, Kec. Palu Utara, Rabu (18/02/2026).

Palu, KemenP2MI (18/02) — Kabar baik datang dari sisi pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia Purna. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melakukan kunjungan monitoring wirausaha Purna PMI “Madamba Rotan” dan “Jajanan Nenek Lapis” sebagai bentuk komitmen penguatan ekonomi purna pekerja migran di daerah pada Rabu (18/2/2026). Usaha tersebut bertempat di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kec. Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bertujuan memastikan keberlanjutan usaha, memberikan pendampingan, serta mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal hasil karya Pekerja Migran Indonesia Purna.

Dalam kunjungan tersebut, tim menyampaikan sejumlah hal penting, mulai dari persyaratan yang harus dipenuhi untuk fasilitasi perizinan usaha, strategi pengembangan pasar, hingga pentingnya penguatan branding melalui label dan kemasan produk yang lebih menarik. Selain itu, BP3MI Sulawesi Tengah juga memaparkan rencana fasilitasi lanjutan berupa pelatihan pengembangan usaha, dukungan pemasaran melalui program “Pojok Purna Pekerja Migran Indonesia” di kantor BP3MI Sulawesi Tengah, serta fasilitasi pembuatan foto produk yang kreatif dan profesional.

Merli Nanci Riga selaku Ketua Tim Pelindungan dan Pemberdayaan BP3MI Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya terlindungi saat bekerja, tetapi juga berdaya setelah kembali ke tanah air.

“Kami ingin memastikan para Pekerja Migran Indonesia Purna memiliki usaha yang legal, berkembang, dan mampu bersaing. Melalui pendampingan perizinan, penguatan branding, hingga akses pemasaran di Pojok Purna Pekerja Migran Indonesia, kami berharap usaha mereka semakin naik kelas,” ujar Merli.

Sementara itu, Zuidar selaku pemilik usaha Madamba Rotan dan Jajanan Nenek Lapis menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, pendampingan dari BP3MI Sulawesi Tengah membuka wawasan baru dalam pengelolaan usaha.

“Kami sangat terbantu dengan masukan terkait kemasan, label produk, dan strategi pemasaran. Harapannya, dengan dukungan ini, Madamba Rotan bisa lebih dikenal luas dan penjualan semakin meningkat,” ungkap Zuidar.

Melalui monitoring dan rencana fasilitasi lanjutan ini, BP3MI Sulawesi Tengah menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi Pekerja Migran Indonesia Purna menjadi wirausaha mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi lokal di Sulawesi Tengah. **(Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)