Sunday, 15 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Asal Garut yang Sakit dari Oman

-

00.02 12 February 2026 23

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Pekerja Migran Indonesia Asal Garut yang Sakit dari Oman

Garut, KP2MI (12/2) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Garut yang mengalami sakit saat bekerja di Oman. Pekerja Migran Indonesia bernama Idah tersebut dipulangkan dan diserahkan kepada keluarganya pada Kamis (12/2/2026).

Fasilitasi pemulangan ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut terkait pemulangan Idah ke daerah asal.

Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI Jawa Barat, Andri Ferdiansah, menjelaskan bahwa Idah merupakan warga Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, yang bekerja secara nonprosedural di Oman sebagai asisten rumah tangga.

“Setibanya di Indonesia, Idah sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. BP3MI Jawa Barat kemudian berkoordinasi dengan BP3MI Jakarta setelah yang bersangkutan dinyatakan pulih dan dapat kembali ke daerah asal,” ujar Andri.

Sebelumnya, Idah tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada 9 Februari 2026. Setibanya di Tanah Air, ia mendapatkan fasilitasi awal dari BP3MI Banten dan selanjutnya diserahkan kepada BP3MI Jakarta untuk menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

Setelah dinyatakan pulih, pada Kamis (12/2/2026) petugas BP3MI Jawa Barat berkoordinasi dengan BP3MI Jakarta untuk melakukan penjemputan dan memfasilitasi kepulangan Idah ke Kabupaten Garut. Setibanya di Garut, Idah diserahterimakan kepada keluarga di Kantor Disnakertrans Kabupaten Garut, disaksikan oleh Sekretaris Dinas serta Kepala Desa Cikelet.

Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan BP3MI Jawa Barat atas bantuan dan fasilitasi yang diberikan sehingga Idah dapat kembali dan berkumpul bersama keluarga. * (Humas/BP3MI Jawa Barat/CLN)